Merombak Konsep Interior Restoran Agar Kekinian

03/02/2020

Persaingan bisnis dalam bidang kuliner semakin ramai. Sekarang, tidak hanya pebisnis murni alias orang yang memang menjadikan bisnis sebagai mata pencahariaannya saja yang bermain di bidang tersebut, banyak pegawai, pejabat bahkan artis ikut menjalankan usaha ini. Malah bagi pemodal besar, tidak hanya cita rasa dari makanan dan minuman yang disajikan, tetapi juga menampilkan keunikan-keunikan, atraksi atau minimal dari segi penataan interior dan ekterior restoran yang dikedepankan. Sehingga konsumen banyak diberikan pilihan tempat makan yang enak, unik dan tentu saja terjangkau

Mengaplikasikan konsep interior restoran yang bagus dan unik susah susah gampang. Bagi sebagian orang tinggal membayangkan apa yang akan dikerjakan lalu kemudian eksekusi dan jadilah. Tetapi bagi banyak orang mungkin memerlukan bantuan dari seorang desainer interior untuk membuat restorannya sesuai konsep yang didambakan. Dalam masa sekarang, sudah tidak mencukupi lagi dengan hanya bermain di cat sebagai bahan dekoratif. Sekarang orang berlomba lomba membuat interior untuk restoran dengan ornamen-ornamen unik, langka dan menarik, juga dengan menambahkan variasi-variasi yang bisa membuat betah pengunjung. Sebelumnya lantai keramik dan granit menjadi idola, sekarang masuk pula ide dengan ide lain seperti vinyl meskipun yang kita pilih adalah lantai vinyl murah sekalipun. Corak yang sangat disukai adalah motif kayu. Menambah kesan sederhana, nyaman namun bonafit.

Beberapa poin penting tentang interior restoran yang baik

Banyak orang menyangka bahwa dengan menggunakan vinyl untuk lantai bagian dalam restoran sangatlah menyedot anggaran. Anggapan ini tidak salah memang, namun tentu saja yang harus kita lihat adalah hasilnya. Senyum dan kepuasan tidak bisa dihargai dengan uang. Beberapa ide pencahayaan juga banyak mempengaruhi tingkat prestise sebuah restoran. Warna lampu yang lembut memberikan kesan romantis dan hangat sambil bersantap.

Mungkin kita jangan terlalu berfokus hanya kepada bagian lantainya. Karena memang kita tidak akan hanya seolah jual lantai vinyl semata. Tetapi memang pada awalnya, membangun sebuah ruangan untuk restoran, kesan pertama adalah dinding dan lantainya. Kemudian baru memikirkan furniture seperti lemari, meja dan kursinya. Yang jelas perlu dipikirkan juga beberapa hal penting ini untuk membuat sebuah interior restoran yang baik :

1. Sirkulasi udara dan pencahaayaan

Bagaimanapun sirkulasi udara sangat penting, bila tak dikelola dengan baik, restoran akan terasa panas, pengap dan tidak nyaman. Di kemudian hari pengunjung akan merasa kapok. Begitupun dengan tata cahaya nya. Harus benar benar diperhatikan lebih. Keduanya menjadikan restoran semakin adem dan bonafit.

2. Cita rasa

Sebisa mungkin menu yang ditawarkan bervariasi. Meskipun misalnya soto betawi yang menjadi andalan, tidak salah pula menawarkan jasa minuman atau makanan pencuci mulut. Yang jelas harus dilakukan oleh tenaga ahli

3. Tempat yang strategis

tentu saja semakin strategis tempat usaha, semakin bonafit sebutah restoran. Masuk akal, dengan menu yang sama, semakin berada di tengah kota, semakin bonafit pula sebuah restoran

4. Desain interior restoran dan eksterior restoran

Konsep interior restoran memang harus sesuai dengan konsep menu yang ditawarkan. Tidaklah cocok apabila kita menjual menu seafood tetapi dalam tata interiornya memakai konsep futuristik. Bisa saja, tetapi cenderung mengurangi citarasa bagi pengunjung. Tetapi tidak selalu tepat pula misal banyak memakai ornamen kapal laut, atau berbau laut, tidak juga seperti itu. Yang paling aman lebih baik menggunakan induk dari konsepnya baik untuk interior maupun eksterior. Misalnya seafood adalah banyak variasi bagi orang Asia, maka buatlah konsep Asia pada restorannya.

5. Pemilihan furniture yang tepat

Alangkah lebih baik, ketika hendak menata restoran atau membuat restoran baru. Furniture yang digunakan harus juga tepat. Jangan sampai misalnya resotran sudah fix dengan lantai vinyl sebagai lantainya, tetapi saat memilih furnitur, harus pula disesuaikan. Jangan sampai konsep vinyl dipadu padankan dengan victorian misalnya. Atau tidak adanya furnitur yang ramah anak ketika hendak membangun restoran makanan keluarga.

Intinya adalah, jangan hanya karena tidak tahu tetapi tidak mau tahu, ketika tidak mau menjadi mau, dan ketika tidak mampu menjadi mampu. Soal hasil kita pasrahkan kepada Tuhan. Kita sudah berusaha dengan baik.